Terowongan Super Pendek di Brebes, Yang Lewat Harus Kayang hingga Rebahan

By Chelba Polanda 18 Nov 2020, 10:46:46 WIB Sekitar Kita
Terowongan Super Pendek di Brebes, Yang Lewat Harus Kayang hingga Rebahan

Keterangan Gambar : Terowongan Gedong Jimat di Brebes (Foto: Imam Suripto)


Brebes - Sebuah terowongan sempit di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, belakangan viral di dunia maya. Meski sempit, terowongan ini ramai oleh lalu lalang kendaraan.

Warga sekitar menyebut underpass ini dengan nama Terowongan Gedong Jimat. Lokasinya tidak jauh dari bekas gudang penyimpanan pusaka (gedong jimat) di RT 3 RW 2 Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan.

Terowongan ini berada di bawah rel kereta api dengan panjang 5 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1 meter. Warga mengatakan, terowongan ini dibuat saat pembuatan jalur kereta api sejak masa penjajahan Belanda.

Baca Lainnya :

Pada tahun 2017 sampai 2018, pemerintah membangun rel ganda dan di lokasi itu dibuat terowongan baru. Under pass baru ini memiliki tinggi 2 meter lebar 2 meter dan panjang 5 meter. Lokasinya pun berdampingan dengan terowongan sempit tersebut.

Meski pendek dan sempit, warga tiap hari menggunakannya sebagai jalur alternatif menuju kawasan kota dan pasar. Sejak lima hari lalu, intensitas warga yang melewati terowongan itu makin banyak, karena jalan utama penghubung dari desa di wilayah selatan Ketanggungan ke kawasan kota kecamatan ditutup karena tengah diperbaiki.

Karena ukurannya yang sempit dan pendek, pemotor harus membungkukan badan saat masuk terowongan. Tidak sedikit, pemotor harus kayang dan rabahan saat memasuki underpass ini.

Untuk motor yang memiliki spion tinggi, tidak akan bisa masuk terowongan. Kalaupun dipaksa akan beresiko kaca spion pecah karena membentuk atap terowongan.

Diki (31) warga Desa Baros mengaku khawatir setiap kali melewati terowongan ini. Alasannya, meski sudah membungkuk, bagian kepala tetap saja menyerempet atap beton underpass.

"Sebenarnya sih ngeri juga melewati terowongan ini, karena kepala sering menyerempet atap. Tapi kalau harus memutar jaraknya jauh karena harus memutar," kata Diki.

Beberapa warga mengaku kepalanya sering terserempet atap saat berjalan di dalam terowongan. "Kalau masuk kadang gak konsentrasi. Kepala membungkuk menghadap tanah. Terus tanpa sadar kita lengah dan kepala tahu tahu kena atap. Lumayan sakit," kata Yanto (38) warga Buara.

Ada pula pemotor yang terserempet atap saat melaju sambil membungkuk. Sehingga helm bagian atas mengalami lecet. "Untung pakai helm. Kalau tidak kepala bisa luka luka," ucap Yanto.

Kapolsek Ketanggungan, AKP Suroto mengatakan, sebenarnya terowongan ini sudah lama dipakai masyarakat lingkungan sekitar Desa Karangmalang. "Setelah ada perbaikan di underpass Karangmalang banyak warga masyarakat dari Ketanggungan selatan yang menggunakan jalur ini," terang Kapolsek Ketanggungan.

Ditemui di lokasi Kapolsek menambahkan, petugas dari Polsek akan ditempatkan untuk membantu warga.

"Melihat penggunaan underpass ini, perlu hadirnya petugas. Bersama warga kita ikut membantu. Terutama kalangan ibu ibu, atau tukang becak yang penuh muatan," pungkasnya.

Sumber : Detik.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment