Terlibat Peredaran Sabu, Napi di Lapas Pekanbaru Dipindah ke Blok Khusus

By Chelba Polanda 24 Feb 2021, 11:24:49 WIB Kriminal
Terlibat Peredaran Sabu, Napi di Lapas Pekanbaru Dipindah ke Blok Khusus

Keterangan Gambar : Ilustrasi Sabu


Kabarbawah.com - Lembaga Pemasyarakatan( Lapas) Pekanbaru kembali memindahkan masyarakat binaan ke Blok Pengendali Narkoba( BPN). Pemindahan sehabis seorang napi, TM terlibat peredaran narkoba tipe sabu seberat 499 gr.

" Kami sudah memindahkam seseorang warga binaan ke BPN. Pemindahan ini sesudah ia diperiksa BNNK selaku saksi serta sesudah dibon dan kembali langsung kita masukkan ke BPN," tegas Kalapas Kelas II Pekanbaru, Herry Suhasmin dikala dimintai konfirmasi, Rabu( 24/ 2/ 2021).

Walaupun tidak melaksanakan pengecekan, pihak lapas membenarkan TM melakukan pelanggaran berat. Perihal itulah yang jadi dasar TM langsung dipindahkan ke blok spesial.

Baca Lainnya :

" Tidak( diperiksa lapas), tetapi ia sudah langsung masuk register pelanggaran serta masuk BPN. Total dikala ini penunggu blok BPN terdapat 16 orang," katanya.

Sebagai tindak lanjut, petugas Lapas Kelas II langsung melaksanakan penggeledahan. Ini sebagai bentuk komitmen dalam deteksi dini kendala keamanan serta kedisiplinan, termasuk mengestimasi peredaran serta pengendalian narkoba di dalam lapas.

Pada razia kali ini petugas menyita beberapa barang yang dilarang masuk dalam lapas semacam hp, charger, sendok sampai gunting. Termasuk membongkar barang- barang serta perlengkapan yang dikira dapat mengusik control petugas pengamanan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun membenarkan pihaknya bakal terus memberantas peredaran narkoba. Apalagi, keberadaan BPN dinilai sebagai langkah sungguh- sungguh mensterilkan mafia- mafia yang terdapat di lapas.

" Hingga dikala ini masih terjadi kendala keamananan serta kedisiplinan maupun di lapas serta rutan terpaut pengendalian peredaran narkotika dari dan di dalam lapas serta rutan. Sebagai salah satu solusinya kami membentuk blok spesial yang tujuannya buat meminimalisir ataupun bahkan melenyapkan pengendalian serta peredaran narkoba dari serta di dalam lapas ataupun rutan di daerah Riau," kata Ibnu.

Saat sebelum dipindahkan ke BPN, narapidana ataupun tahanan terlebih dulu dicoba assessment terpaut evaluasi yang dicoba buat mengenali kebutuhan pembinaan. Termasuk pengamanan yang sangat tepat untuk narapidana ataupun tahanan.

" Assesment dilaksanakan oleh psikolog ataupun assessor yang beranggotakan Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Pekanbaru serta para psikolog yang berasal dari bermacam UPT di area Kanwil Kemenkumham Riau," katanya.

Buat pertama kalinya, BPN telah formal dioperasionalkan pada 10 Februari 2021 kemudian di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Seluruh blok spesial dijaga ketat petugas serta sudah terpantau Kamera pengaman lengkap di masing- masing sudutnya.

Sebagai fakta keseriusan, jajaran Kanwil Kemenkumham bahkan memberhentikan dengan tidak hormat 17 ASN petugas lapas ataupun rutan yang tersandung permasalahan narkoba. Terakhir sudah memindahkan 6 orang narapidana pecatan pegawai lapas ke Nusakambangan.

" Ini wujud kesungguhan kami, tidak cuma narapidana di dalam. Petugas yang ikut serta pula kami tindak tegas, contoh telah ada," kata Ibnu tegas.

Tadinya, BNN Kota Pekanbaru kembali menguak peredaran 499 gr sabu dari seseorang perempuan bernama samaran YI. Sehabis didalami, YI mengaku diperintah mantan suaminya TM yang dikala ini mendekam di sel Lapas Kelas II Pekanbaru. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment