Semburan Gas di Ponpes Pekanbaru Makin Besar, Atap Gedung Runtuh

By Chelba Polanda 05 Feb 2021, 14:54:43 WIB Sekitar Kita
Semburan Gas di Ponpes Pekanbaru Makin Besar, Atap Gedung Runtuh

Keterangan Gambar : Lokasi semburan gas di Ponpes Al-Ikhsan Pekanbaru (Foto: Raja Adil Siregar)


Kabarbawah.com - Semburan gas di Ponpes Al-Ikhsan, Pekanbaru, Riau makin membesar. Gedung sekolah dan asrama mengalami kerusakan akibat semburan gas.

Pantauam detikcom, Jumat (5/1/2021), terdengar suara gemuruh semakin mengecil. Namun, lumpur makin banyak keluar dari lubang galian sumur bor tak jauh dari kantor Wali Kota Pekanbaru ini.

Bekas lumpur yang menyembur terlihat mencapai puluhan meter. Ruang belajar dan asrama dikosongkan karena atapnya runtuh.

Baca Lainnya :

"Tadi malam selesai Isya terdengar suara ledakan keras. Suara ledakan datang dari arah pondok ini," kata seorang warga, Elia.

Dia mengaku sempat kaget saat mendengar suara ledakan dan gemuruh. Dia mengatakan ada batu-batu yang terlempar sampai ke atap.

"Ada yang lihat ke sini, lumpur itu keluar. Ada juga batu-batu yang sampai di atap, atap itu rusak karena batu dan lumpur," katanya.


Lokasi semburan gas di Ponpes Al-Ikhsan Pekanbaru Foto: Raja Adil Siregar

Dia juga mengatakan ada pipa gas milik salah satu perusahaan yang tak jauh dari lokasi semburan gas. Dia khawatir semburan gas dapat berdampak ke lingkungan sekitar.

"Itu ada pipa gas. Takut juga nanti ini bisa meluas karena lumpur terus keluar," katanya.

Lurah Tuah Negeri, Syarifudin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Salah satunya meminta gedung Ponpes Al-Ikhsan dikosongkan karena semburan gas dinilai berbahaya.

"Tadi malam keluar lumpur, makanya kita minta ini dikosongkan. Semua barang di pesantren ini dikosongkan," ujar Syarif.

"Kita nggak tahu bahayanya ini apa, kalau dilihat semburan tentu harus diwaspadai. Ini saja gedung semua sudah hancur, sambungnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment