Sakit Ginjal-Jantung Komorbid Paling Berisiko Kematian untuk Pasien COVID

By Chelba Polanda 15 Des 2020, 18:43:29 WIB Kesehatan
Sakit Ginjal-Jantung Komorbid Paling Berisiko Kematian untuk Pasien COVID

Keterangan Gambar : Foto: Komorbid meningkatkan potensi kematian pasien COVID-19 (YouTube Sekretariat Presiden)


Kabarbawah.com - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan tak ada satu pun individu yang kebal dari COVID-19. Dia mengatakan penerapan protokol kesehatan adalah upaya pencegahan penularan COVID-19.

Wiku mengatakan dalam 5 bulan terakhir, Satgas COVID-19 menganalisis kematian pasien COVID-19 berdasarkan usia dan riwayat penyakit penyerta (komorbid). Semakin tua pasien COVID-19, maka semakin berisiko meninggal.

"Penelitian pada aspek usia menemukan mereka yang berusia 31-45 tahun dan 46-59 tahun berisiko masing-masing 2,4 dan 8,5 lipat dibanding mereka yang berusia 19-30 tahun. Risiko ini akan semakin meningkat pada usia di atas 60 tahun yakni 19,5 kali lipat," kata Wiku dalam siaran di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/2/2020).

Baca Lainnya :

Setelah itu, Wiku mengungkap komorbid yang punya risiko menyebabkan pasien COVID-19 meninggal dunia ialah penyakit ginjal. Selanjutnya, secara berturut ialah komorbid jantung, diabetes melitus hingga penyakit imun.

Berikut komorbid dengan risiko kematian pasien COVID-19:
- penyakit ginjal 13,7 kali besar dibanding tidak memiliki penyakit ginjal
- penyakit jantung memiliki risiko kematian 9 kali lebih besar
- diabetes melitus memiliki risiko kematian 8,3 kali lebih besar
- hipertensi memiliki risiko kematian 6 kali lebih besar
- penyakit imun memiliki risiko kematian 6 kali lebih besar

Selain itu, Satgas COVID-19 juga menganalisis soal individu dengan komorbid bisa meningkatkan potensi meninggal bila terinfeksi COVID-19. Dia mengatakan seorang yang memiliki 1 penyakit komorbid berisiko 6,5 kali lipat lebih tinggi untuk meninggal saat terinfeksi COVID-19 dibandingkan yang tidak memiliki kondisi komorbid.

"Mereka yang punya 2 penyakit komorbid, berisiko 15 kali lipat lebih tinggi untuk meninggal saat terinfeksi COVID-19 dibandingkan yang tidak memiliki komorbid. Mereka yang memiliki lebih atau sama dengan 3 penyakit komorbid berisiko 29 kali lipat lebih tinggi untuk meninggal saat terinfeksi COVID-19 dibandingkan yang tidak memiliki komorbid tersebut," bebernya.

Analisis ini, lanjutnya, dipakai untuk secara lebih detail mengetahui golongan mana saja yang dapat perhatian lebih dan diprioritaskan perlindungannya. Wiku meminta masyarakat yang masuk kategori tinggi atau masyarakat yang tinggal dengan kategori risiko tinggi untuk lebih berhati-hati.

"Mari saling menjaga dan tak saling egois. Ingat mereka yang masuk dalam kategori berisiko tinggi tersebut adalah kakek, nenek, ibu, ayah, atau saudara kita. Kita harus mengesampingkan ego. Mari ringankan beban satu sama lain dengan disiplin prokes," ucap dia.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment