Proses Hukum Perkara Tumpukan Sampah di Pekanbaru Tetap Berlanjut, Walaupun Lelang Batal

By Chelba Polanda 22 Jan 2021, 14:07:12 WIB Hukum
Proses Hukum Perkara Tumpukan Sampah di Pekanbaru Tetap Berlanjut, Walaupun Lelang Batal

Keterangan Gambar : Foto: Tumpukan sampah di Pekanbaru masih belum tuntas (Foto: Raja Adil/detikcom)


Kabarbawah.com - Proses penyidikan terkait dugaan adanya pelanggaran atas penumpukan sampah di Pekanbaru akan terus dilanjutkan, kendati pelelangan pengangkutan sampah di Pekanbaru di batalkan.

" Proses pengecekan masih lanjut. Kami telah cek 13 saksi warga serta saksi pakar lingkungan dan pidana," ucap Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Teddy kepada wartawan, Jumat( 22/ 1/ 2021).

Tidak cuma warga serta pakar, penyidik bahkan meninjau Kepala Dinas, Agus Pramono, Kepala Bidang sampai Kasi di DLHK Pekanbaru. Pengecekan mereka terpaut tumpukan sampah yang tidak terdapat kejelasan.

Baca Lainnya :

" Terakhir Kepala Dinas, Kabid serta Kasi. Bahkan Kabid lama pula kita diselidik, masih dianalisa saat ini oleh penyidik," tegas Teddy.

Sedangkan buat pihak ketiga, tidak terdapat pengecekan terpaut tumpukan sampah. Karena, pihak ketiga bagaikan kontraktor telah menuntaskan tugasnya hingga kontrak berakhir.

" Pihak ketiga tidak diusut. Ya, mereka bilang kontrak telah habis, telah berakhir tugas mereka. Itu normal, kontrak ini telah berakhir tidak bisa jadi mereka kerjakan," katanya.

Tadinya, tumpukan sampah terjalin di Pekanbaru semenjak kontrak berakhir di akhir Desember 2020 kemudian. Akibat berakhirnya kontrak, terjalin tumpukan sampah di titik- titik keramaian.

Kesekian kali tumpukan sampah diangkut, tetapi akhirnya kembali menggunung sebab petugas terbatas. Terpaut perihal itu, polisi langsung bergerak kilat meminta pertanggungjawaban pihak terikat.

" Kita dari Polda hendak menelusuri kenapa sampah- sampah ini tidak terangkut. Itu yang kemudian kita jalani penyelidikan," kata Kapolda Riau Irjen Agung dikala menggelar bakti sosial mengangkat sampah di Jalan Cempaka, Jumat minggu lalu.

Pengecekan dilakukan buat mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab atas perkara sampah di Pekanbaru. Terlebih tumpukan sampah telah berlangsung semenjak 2 minggu lalu.

" Pasti kami hendak proses ini dalam proses penyelidikan. Memohon pertanggungjawaban pihak- pihak yang bertanggung jawab," katanya.

Sedangkan itu, dosen hukum pidana dari Fakultas Hukum Universitas Riau, Erdiansyah, memperhitungkan terdapat dugaan kelalaian terpaut perkara tumpukan sampah di Pekanbaru. Ia memperhitungkan ada dugaan kesengajaan sehingga sampah bertumpuk.

" Jika putus kontrak, sepatutnya sebulan ataupun 2 bulan telah disiapkan. Jika tidak, artinya ada pembiaran. Jika pembiaran, maksudnya terdapat kesengajaan dari pemerintah," kata Erdiansyah. 





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment