Produk Hukum Baru, Perpres 7/2021 Influencer Hingga Manta Terpidana Terorisme Dilibatkan Cegah Ekstremisme

By Feni Yan 17 Jan 2021, 12:33:59 WIB Hukum
Produk Hukum Baru, Perpres 7/2021 Influencer Hingga Manta Terpidana Terorisme Dilibatkan Cegah Ekstremisme

Keterangan Gambar : Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)


Kabarbawah.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) yang Mengerucut pada Terorisme Tahun 2020-2024. Dalam Perpres itu, diatur pembentukan Sekretariat Bersama RAN PE.

Pembuatan Sekretariat Bersama RAN PE itu diatur dalam Pasal 5. Sekber ini terdiri dari kementerian- kementerian serta badan yang membidangi penanggulangan terorisme. Berikut ini rinciannya:

  1. Kementerian yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan bidang politik, hukum, dan keamanan.
  2. Kementerian yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.
  3. Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional.
  4. Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri.
  5. Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang luar negeri.
  6. Badan yang menyelenggarakan urusan di bidang penanggulangan terorisme.

Sekber RAN PE bisa menaikkan serta/ ataupun melaksanakan penyesuaian Aksi PE sesuai dengan keadaan serta kebutuhan, yang diresmikan lewat peraturan badan yang menyelenggarakan urusan di bidang penanggulangan terorisme. Berikut tugas Sekber:

Baca Lainnya :

  1. Mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan RAN PE di kementerian/lembaga.
  2. Mengompilasi laporan-laporan yang disampaikan oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan RAN PE.
  3. Merumuskan dan menyiapkan laporan capaian pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan RAN PE.

"Dalam melangsungkan RAN PE, kementerian, lembaga, serta pemerintah wilayah bisa berkolaborasi serta mengaitkan peran dan warga," bunyi Pasal 8.

Dalam upaya mewujudkan penangkalan serta penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan, terdapat beberapa program yang sudah direncanakan. Salah satunya merupakan akumulasi modul pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang menuju pada terorisme di sekolah serta kampus.

Program ini berawal dari belum terdapatnya modul tersebut dalam pembelajaran resmi. Penanggung jawab program di atas merupakan Kemendikbud serta BNPT/ BPIP.

"Belum diadopsinya modul penangkalan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Menuju pada Terorisme, dan belum digunakannya metodologi pendidikan dengan metode berpikir kritis, dalam kurikulum pembelajaran resmi serta aktivitas kemahasiswaan mulai tingkatan dasar sampai tingkatan atas," demikian bunyi Permasalahan dalam Lampiran Perpres No 7/ 2021 yang dilansir Kabarbawah.com, Minggu( 17/ 1/ 2021).

Tidak hanya itu, Jokowi menyadari belum optimalnya partisipasi tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh wanita, peran media massa, serta influencer di media sosial( termasuk mantan narapidana teroris) dalam mengantarkan pesan menghindari Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Menuju pada Terorisme. Sebab itu, dirancanglah aksi koordinasi, kampanye kreatif sampai pelatihan yang menyasar tokoh- tokoh serta influencer tersebut.

"Pelatihan Pelatih untuk tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh wanita, peran media massa, serta influencer di media sosial( termasuk mantan narapidana teroris) dalam mengantarkan pesan menghindari Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Menuju pada Terorisme," demikian bunyi salah satu program.

Dengan program- program itu, diharapkan meningkatnya pemahaman tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh wanita, peran media massa, serta influencer di media sosial( termasuk mantan narapidana teroris) dalam mengantarkan pesan menghindari Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Menuju pada Terorisme. 





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment