Potret dari Udara Proses Evakuasi Sriwijaya Air SJ182

By Chelba Polanda 10 Jan 2021, 12:01:53 WIB Sekitar Kita
Potret dari Udara Proses Evakuasi Sriwijaya Air SJ182

Keterangan Gambar : Foto: Pantauan dari udara proses pencarian Sriwijaya Air SJ182 (Arun)


Kabarbawah. com- Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta- Pontianak yang hilang kontak dipastikan jatuh di dekat Kepulauan Seribu. Begini pantauan udara memakai pesawat di titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Wartawan berkesempatan menumpangi pesawat CN A 2904 dari Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan udara(AU) dengan ketinggian 500- 1. 500 kaki. Pesawat terbang dari Lanud Halim Perdana kusama jam 09. 30 Wib.

Dari pantauan pesawat mengitari titik koordinat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Terpantau sebagian kapal berkumpul di satu titik saat pilot mengatakan posisi jatuh pesawat.

Baca Lainnya :

" Saat ini kita terletak di ketinggian 2. 500 kaki, di dasar posisi tumbangnya pesawat," ucap Pilot CN A 2904, Gilang Pranajaya dari dalam pesawat melalui pengeras suara, Minggu( 10/ 1/ 2021).


Foto: Pantauan dari udara proses pencarian Sriwijaya Air SJ182( Arun)

Nampak sekitar 3 kapal besar dikelilingi belasan kapal yang lebih kecil. Nampak sebagian speedboat berupaya merapat ke titik itu. Tetapi, tidak terlihat secara jelas kegiatan di dekat kumpulan kapal itu.

Terlihat terdapatnya perbandingan corak air laut di dekat titik berkumpulnya kapal. Rupanya terlihat semacam bekas minyak.


Foto: Pantauan dari udara proses pencarian Sriwijaya Air SJ182( Arun)

Terpantau tidak ada serpihan barang besar di dekat kapal pencarian. Cuma terlihat benda- benda kecil bercorak putih semacam sampah.

Tadinya, Asops KSAU Marsda Henri Alfiandi berkata grupnya terus melaksanakan pencarian Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh melalui udara. Henri berkata, dalam pencarian itu timnya memandang pergantian kontras corak air laut serta serpihan diprediksi dari bagian pesawat Sriwijaya Air.

" Kita telah sampai pada radius 9 kilometer tidak ditemukan mencurikan barang besar yang dapat kita ambil ataupun yang kita laporkan. Semakin mendekat pencarian pertama, kedua mulai kita melihat serpihan kita tidak yakin apakah serpihan laut, yang jelas itu sampah tetapi curiga kita itu bagian dari bagian yang telah mengapung dari pesawat," kata Henri di di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu( 10/ 1).

Henri menjelaskan Polairud, Bakamla serta nelayan pula ikut dalam pencarian benda- benda kecil mencurigakan. Dalam pencarian Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan udara(AU), dipaparkan pula nampak perubahan air laut yang kontras.

" Kita turun kecepatan 50 m, 150 feet semakin mendekat semakin pelan kita amati sekali lagi belum terlihat perihal yang besar. Kita yakin segera menemukan titik impact dilihat dari udara sebab kita amati anomali perubahan kontras corak laut. Kita asumsi itu tumpahan minyak. Anomali perubahan warna terlihat seperti dan luas jangkauannya," jelas ia.

" Di koordinat tadi yakin di selatan Pulau Laju, anomali warna air serta banyak material sampah- sampah tanda kutip sampah laut ataupun bagian itu tadi kapal, Basarnas pula telah mengambili dengan metode ledder serta disapu terus," imbuhnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment