Petani Sawit di Inhu Keluhkan Rendahnya Harga Beli TBS Oleh PT PAS

By Chelba Polanda 03 Mar 2021, 14:15:23 WIB Sekitar Kita
Petani Sawit di Inhu Keluhkan Rendahnya Harga Beli TBS Oleh PT PAS

Keterangan Gambar : Potret PT PAS


Kabarbawah.com Penetapan harga Tandan Buah Fresh( TBS) oleh Dinas Perkebunan Riau sudah diresmikan kemarin Senin( 02/ 03/ 21).

Baca Lainnya :

Tetapi belum lama harga tersebut tidak dapat dirasakan optimal oleh masyarakat. Seperti halnya Masyarakat Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, yang mengeluhkan TBS sawit milik rakyat yang cuma dihargai Rp 1. 970 oleh PT Persada Agro Sawita( PAS). Sementara itu, Pemprov Riau menetapkan harga sawit Rp 2. 297, sangat jauh selisih dengan yang dihargai PT PAS.

Yanto Effendi sebagai petani di desa Pematang Jaya berkata harga beli yang diterapkan PT PAS berbeda- beda." Jika DO lokal dihargai Rp 1. 970, sementara itu perusahaan lain hingga Rp 2. 050, kami heran dengan perilaku perusahaan ini," kata Rabu( 03/ 03/ 21).

Yan mempertanyakan kenapa terdapat perlakuan berbeda dengan warga desanya. Sebab TBS Dar warga wilayah lain malah dihargai besar oleh PT PAS tersebut.

" Jelas ini jadi tanda tanya besar untuk warga. Kami sangat dirugikan ini," bebernya.

Mewakili petani lain, Yan merasa kecewa dengan managemen PT PAS yang dianggap" mencekik leher" rakyat.

" Di Desa kami sendiri terdapat pabrik sawit kepunyaan PT PAS, tetapi harganya gak memadai. Terlebih lagi buah orang yang jauh malah diistimewakan. Jika buka pabrik di wilayah orang, ya hargailah orang- orang di wilayah ini. Kami bukan memohon diistimewakan, tetapi cuma memohon diperhatikan saja. Jangan lah sangat menindas serta menekan warga," rutuknya lagi.

Sedangkan itu, Manager Pemasaran PT PAS Bambang disaat dikonfirmasi mengaku baru 3 bulan bekerja di PT PAS." Lagi pembenahan. Sebab keadaan pabrik lagi sulit. Makanya saya lagi pembenahan dari seluruh aspek," katanya.

Bagi Bambang, harga yang diterapkan PT PAS telah jauh lebih bagus." Sebab say lagi pengecekan buah lokal kita. Malah pot buah telah saya standartkan," terangnya.

" Kemarin pengambilan begitu tinggi di bawah sehingga harga ke petani jadi rendah. Bagaimanapun buah seputran Tetap sy pertahankan," tambahnya.

Sedangkan terpaut selisih harga dengan harga yang sudah diresmikan pemerintah, Bambang mengaku tidak tahu. Tetapi Dia kembali menegaskan kalau harga ram dikala ini memanglah bermacam- macam." Pelan- pelan tentu saya naikan. Pengarahan telah kita sampaikan ke petani, supaya buah dipanen bagus supaya pot bisa rendah," ucapnya.

Tadinya, Kepala Bidang( Kabid) Pengolahan serta Pemasaran, Dinas Perkebunan( Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja menarangkan harga sawit dikala ini hadapi peningkatan. Sehingga, dikala ini harga sawit menggapai Rp2. 297, 14 per kg.

" Ini dipengaruhi oleh kembali meningkatnya harga jual CPO serta kernel di sebagian perusahan yang jadi sumber informasi," kata Defris.

Sebaliknya buat harga jual CPO( Crup Palm Oil), PT PTPN V alami kenaikkan harga sebesar Rp245, 84 per Kilogram, PT Cahaya Mas Group alami kenaikkan harga sebesar Rp223, 87 per Kilogram, serta PT Astra Agro Lestari Group alami kenaikkan harga sebesar Rp297, 80 per Kilogram.

Berikutnya, peningkatan pula terjadi di PT Asian Agri Group sebesar Rp242, 50 per Kilogram, PT Citra Riau Sarana alami kenaikkan harga sebesar Rp287, 40 per Kilogram dari harga minggu kemudian.

Sedangkan buat harga jual Kernel terjadi di PT Astra Agro Lestari Group yang mengalami peningkatan harga sebesar Rp83, 00 per Kilogram, PT Asian Agri Group alami kenaikkan harga sebesar Rp116, 00 per Kilogram, PT Citra Riau Fasilitas alami kenaikkan harga sebesar Rp113, 18 per Kilogram dari harga minggu lalu.

" Buat minggu ini sendiri, harga CPO sebesar Rp9. 976, 89 serta harga kernel Rp7. 143, 36," tandasnya. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment