Muncul Aksi Boikot Pasca Macron Hina Islam, Ini Daftar Produk Prancis di Indonesia, Termasuk Aqua dan Mizone

By Chelba Polanda 03 Nov 2020, 07:24:37 WIB Sosial & Budaya
Muncul Aksi Boikot Pasca Macron Hina Islam, Ini Daftar Produk Prancis di Indonesia, Termasuk Aqua dan Mizone

Keterangan Gambar : Mizone, salah satu produk asal Prancis di Indonesia. (tokopedia.com)


Aksi boikot terhadap produk-produk Prancis terjadi di berbagai negara berpenduduk mayoritas Muslim pasca Presiden Prancis Emmanuel Macron menghina Islam dan membela penghina Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari Republika.co.id, seruan memboikot produk-produk Prancis juga menggema di Indonesia sebagai wujud kemarahan terhadap Macron yang dinilai menghina Islam. Berikut daftar sejumlah perusahaan dan produk asal Prancis yang ada di Indonesia.

1. Danone

Baca Lainnya :

Danone merupakan salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di dunia yang berpusat di Prancis. Danone mengembangkan 4 kategori utama dalam bisnisnya yaitu Produk Susu Segar (Fresh Dairy Product), Nutrisi Awal Kehidupan (Early Life Nutrition), air (Water) dan Gizi Medis (Medical Nutrician).

Produk Danone terbagi dalam beberapa kategori seperti Essential Dairy and Plant Based Products yang meliputi Actimel, Activia, Danonino, Oikos, Silk: minuman seperti Evian, Aqua, Mizone; serta Specialized Nutrition seperti Nutricia dan Sarihusada Generasi Mahardhika.

2. Total

Total adalah perusahaan penghasil dan penyedia energi global terpadu yang bermarkas di Paris. Perusahaan minyak dan gas multinasional yang juga perusahaan operator tenaga matahari terbesar di dunia yang bekerja sama dengan SunPower dan Total Solar tersebut memiliki sejumlah SPBU dan juga menawarkan sejumlah produk seperti pelumas kendaraan.

3. Carrefour

Carrefour ialah sebuah kelompok supermarket internasional, berkantor pusat di Perancis. Carrefour adalah kelompok ritel kedua terbesar setelah Wal-Mart. Gerai Carrefour pertama dibuka pada 3 Juni 1957, di Annecy di dekat sebuah persimpangan.

Kelompok ini didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey. Di Indonesia, Carrefour menggandeng PT Trans Retail Indonesia dan memilki sejumlah industri ritel Indonesia melalui brand Carrefour, Transmart dan Groserindo. 

4. BNP Paribas 

BNP Paribas merupakan sebuah bank utama di Eropa. Bank ini dibentuk melalui penggabungan Banque Nationale de Paris dan Paribas pada 2000 ini bermarkas di Boulevard des Italiens, Paris, Perancis. Selain layanan perbankan, BNP Paribas melalui BNP Paribas Asset Management juga menawarkan sejumlah produk reksadana seperti BNP Paribas Rupiah Plus, BNP Paribas Prima USD kelas RK1, BNP Paribas Omega, hingga BNP Paribas Spektra.

5. Ibis

Ibis merupakan merek jaringan hotel yang dimiliki oleh grup perhotelan Perancis, Accor. Jaringan dari hotel ini paling banyak terdapat di Perancis, namun banyak juga ditemukan tersebar di seluruh dunia. Pangsa pasar jaringan hotel ibis adalah ditujukan bagi para pengusaha atau pebisnis, dan pada umumnya merupakan hotel yang bertaraf internasional dengan bintang dua atau tiga. Di Indonesia terdapat 139 hotel dan 27.340 kamar jaringan hotel Ibis seperti Raffles, Fairmont, Sofitel, Pullman, Swisssotel, Grand Mercure, dan Novotel.

6. L'Oréal Group 

L'Oréal Group merupakan sebuah perusahaan asal Prancis yang bergerak di sektor barang konsumsi dan industri kosmetik dengan fokus pada industri perawatan diri. L'Oréal Group sempat menempati peringkat ke-172 dalam daftar Global 2000, sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes, dengan total nilai pasar (market value) 98,7 juta dolar AS dan total aset sebesar 43,1 juta dolar AS. Beberapa produk L'Oréal Group seperti Garnier dan Essie.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy, Perancis merupakan pengekspor obat-obatan terbesar kedua ke negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan 4,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 64 triliun pada 2018.

Selain itu, Prancis juga pengekspor kosmetik terbesar ke blok OKI pada 2018, dan menjual sekitar 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp37 triliun.

Prancis sendiri adalah mitra dagang terbesar kedelapan OKI. Sebagai sebuah blok, 57 negara anggota OKI membeli paling banyak dari China (2019: sekitar 319 miliar dolar AS), AS (sekitar 120 miliar dolar AS), dan India (sekitar 92 miliar dolar AS).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment