Memperdalam Polarisasi dan Penurunan Demokrasi di Indonesia

By Maftuhah 07 Jan 2021, 13:45:23 WIB Politik
Memperdalam Polarisasi dan Penurunan Demokrasi di Indonesia

Keterangan Gambar : Ilustrasi: Andika Akbaryansyah


Kabarbawah.com - Sebagian besar masa demokrasi Indonesia, yang dimulai sejak pengunduran diri presiden otoriter pada beberapa tahun lalu. Para analis telah menekankan dan sering menyesali kurangnya persaingan ideologis dalam politik Indonesia.

Dalam sistem kepartaian negara, telah lama terjadi penurunan demokrasi dan perpecahan ideologis antara partai-partai Islam yang menginginkan peran lebih besar bagi ajaran Islam dalam kehidupan publik dan partai-partai pluralis yang mempromosikan visi negara Indonesia yang multireligius. Namun kampanye politik biasanya inklusif.

Partai dan politisi juga secara rutin berkolaborasi melintasi perbedaan ideologis karena tujuan utama mereka adalah untuk memasuki pemerintahan dan mendapatkan akses ke sumber daya patronase negara. Akibatnya, beberapa analis menyimpulkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara demokrasi yang paling terpolarisasi di Asia.

Baca Lainnya :

Namun, sejak tahun lalu, Indonesia menjadi lebih terpolarisasi secara politik. Tiga pemilihan besar telah membuat negara ini lebih terpecah daripada dalam beberapa dekade: pemilihan presiden, pemilihan gubernur di Jakarta, dan pemilihan presiden lalu. Persaingan antara Presiden dan mantan lawannya, memicu perpecahan politik yang sebelumnya laten antara Islamis dan pluralis.

Berbagai kekuatan politik dan sosial telah bersatu sejak lalu untuk memecah belah politik Indonesia, dan polarisasi berikutnya mengancam institusi demokrasi dan tatanan sosial negara. Politik yang didorong oleh patronase terus menumpulkan perpecahan partisan sampai batas tertentu dinamika yang digambarkan dengan jelas.

Ketika memutuskan untuk bergabung dengan pemerintahan presiden setelah pemilu tahun lalu. Namun perubahan wajahnya tidak meredakan ketegangan ideologis yang dia bantu selama lima tahun terakhir, seperti yang ditunjukkan oleh konflik politik baru-baru ini yang dipicu oleh pandemi virus corona.

Bagaimana Memperdalam Polarisasi dan Penurunan Demokrasi di Indonesia?

 

AKAR

Perpecahan Islam-pluralis di Indonesia memiliki akar yang dalam. Bahkan sebelum kemerdekaan negara pada tahun 1945, gerakan politik dimobilisasi di sisi yang berlawanan dari perpecahan ini. Para pendukung politik Islam menganjurkan peran yang lebih besar dan lebih formal untuk Islam.

Sedangkan pluralis mendukung negara yang lebih meski tidak sepenuhnya sekuler, dengan hukum dan institusi untuk melindungi banyak agama minoritas di negara itu. Para pemimpin pluralis menang, dan dengan demikian konstitusi Indonesia tidak mengacu pada Islam. Hingga hari ini, partai politik di negara ini membedakan diri mereka terutama berdasarkan orientasi Islam atau pluralis mereka.

Dalam sistem kepartaian kontemporer, Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) adalah partai yang paling pluralis dan menarik dukungan dari agama minoritas, serta Muslim yang lebih sekuler dan mereka yang mencampurkan agama mereka. tradisional, praktik budaya sinkretis. Di ujung spektrum ideologis adalah partai-partai Islam konservatif.

Konstituen mereka cenderung berasal dari komunitas Muslim perkotaan kelas menengah, dan mereka biasanya menganut versi Islam yang lebih puritan dan modernis. Partai Islam besar lainnya, duduk di suatu tempat di tengah spektrum ideologis. PKB terkait dengan organisasi Muslim terbesar di Indonesia yang orientasi tradisionalisnya membuatnya secara historis lebih toleran terhadap keragaman agama dan budaya.

Sebagian besar partai kontemporer lainnya adalah partai tangkap semua dengan pendukung yang beragam secara ideologis, dan banyak  termasuk Partai Demokratik mantan presiden yang didirikan oleh mantan jenderal dan oligarki kaya untuk memenuhi ambisi politik pribadi mereka. Itu saja mengenai memperdalam polarisasi dan Penurunan Demokrasi di Indonesia. Semoga menambah wawasan Anda.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment