Jokowi Minta Dikritik, JK: Bagaimana Cara Mengkritik Tanpa Dipanggil Polisi?

By Chelba Polanda 13 Feb 2021, 13:49:12 WIB Sekitar Kita
Jokowi Minta Dikritik, JK: Bagaimana Cara Mengkritik Tanpa Dipanggil Polisi?

Keterangan Gambar : Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. (foto: istimewa)


Kabarbawah.com Economist Intelligence Unit (EIU) menempatkan Indonesia pada peringkat 64 dari 167 negara dalam hal demokrasi, dimana Indonesia mendapatkan skor 6,48 dari skala 0-10. Hal ini mendapat sorotan dari Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

JK yang pernah menjadi Wakil Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga era Jokowi ini menyinggung pelaksanaan demokrasi beberapa waktu belakangan, terutama ihwal menyampaikan kritik terhadap pemerintah tanpa berujung panggilan polisi.

Baca Lainnya :

Hal itu disampaikan JK dalam agenda 'Mimbar Demokrasi Kebangsaan' yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Jumat (12/2).

"Beberapa hari lalu, Bapak Presiden mengumumkan silakan kritik pemerintah. Tentu banyak yang ingin melihatnya bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi?" kata JK.

Menurutnya, dalam pelaksanaan demokrasi yang baik dibutuhkan kontrol terhadap pelaksanaan pemerintahan. Ia pun meminta PKS, sebagai partai oposisi, agar melaksanakan kewajiban untuk mengawasi pemerintahan.

"Tanpa ada kontrol, demokrasi tidak berjalan," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi, dalam Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020 pada Senin (8/2), mengajak seluruh elemen bangsa untuk berkontribusi dalam perbaikan pelayanan publik. Ia meminta masyarakat aktif untuk mengkritik.

Namun, pernyataan tersebut mendapat sorotan besar-besaran karena warga dihadapkan pada kenyataan ada fenomena pendengung (buzzer) hingga Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang bisa menjerat mereka yang lantang mengkritik, terutama lewat jagat maya.

Ekonom Kwik Kian Gie mengaku takut menyampaikan pendapat berbeda atau berlawanan dengan pemerintah saat ini. Kwik khawatir usai mengemukakan pendapat berbeda dengan rezim akan langsung diserang buzzer di media sosial.

Sumber:  goriau.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment