Inhil Connect Yogyakarta Adakan Webinar Kewirausahaan Membahas Peluang serta Tantangan UMKM di 2021

By Chelba Polanda 28 Jan 2021, 14:11:18 WIB Sekitar Kita
Inhil Connect Yogyakarta Adakan Webinar Kewirausahaan Membahas Peluang serta Tantangan UMKM di 2021

Keterangan Gambar : Foto: Tangkapan Layar Sesi Webinar INHIL CONNECT (dok. Istimewa).


Kabarbawah.com - INHIL CONNECT - Yogyakarta menggelar Webinar Kewirausahaan dengan tema “Melihat peluang dan tantangan UMKM di tahun 2021” pada Selasa (26/1/21) melalui aplikasi Zoom.

Kegiatan diskusi ini menghadirkan R. Mohd Zamzami, S.E.I.M.Si selaku dewan pengawas GKN pusat, Jakarta. Dan Wahyu Hermawan S.P selaku pelaku UMKM Kecamatan Keritang. 

Muhammad Iqbal samsudin selaku ketua umum INHIL Connect menjelaskan bahwa organisasi ini berdiri pada tahun 2020. "organisasi diharapkan dapat menjadi wadah untuk putra-putri Inhil berkontribusi kepada daerahnya. Dan juga menjadi jembatan aspirasi pemuda kepada pemerintah daerah”.

Baca Lainnya :

Seminar kewirausahaan ini diawali dengan pemaparan materi oleh M Zamzami tentang kondisi UMKM di Indonesia. “UMKM merupakan penyelamat dari ekonomi bangsa ketika terjadinya krisis di tahun 1998, ketika ekonomi dunia dan ekonomi makro mengalami krisis ternyata ekonomi mikro dapat bertahan melalui UMKM”.

Selanjutnya Zamzami menjelaskan dinamika ekonomi Indonesia selama kurun waktu beberapa tahun di masa pandemi. "sudah ada beberapa kali pandemi di Indonesia, seperti SARS, flu burung, Flu babi dll. Tetapi tidak terjadi dengan kurun waktu yang begitu lama seperti covid-19 ini” Lebih lanjut, menurutnya kondisi ekonomi mikro Indonesia di masa pandemi covid-19 sangat tidak stabil dengan adanya PSBB dan Social distancing. Uniknya, yang menjadi jawaban atas kondisi ini adalah industri digital.

Ketika ruang bergerak masyarakat terbatas, kendala ini dijawab dengan Industri digital. Maka tantangan kedepannya untuk pembangunan UMKM adalah mempersiapkan masyarakat untuk mampu menguasai dunia digital.

Pemaparan dilanjutkan oleh Wahyu Hermawan selaku pelaku UMKM di Kecamatan Keritang. Menurutnya, Indragiri Hilir memiliki peluang besar terhadap mengembangan UMKM, hal ini ditunjang oleh adanya sumber daya alam yang berlimpah khususnya kelapa.

“kelapa ini adalah tumbuhan yang dapat diolah menjadi berbagai olahan turunan. Saat ini saya mencoba untuk mengangkat produksi olahan sabut kelapa yang sudah puluhan tahun terabaikan” Wahyu menjelaskan bahwa UMKM keritang sudah cukup mampu untuk memperoduksi olahan sabut kelapa.

Produksi ini adalah satu dari dua wilayah pengolahan sabut kelapa selain kepulauan Riau. Peluang sebesar ini seharusnya didukung dengan sarana dan prasarana seperti pasar dan modal.

“Pelaku usaha kecil setingkat UMKM akan sangat sulit untuk mendapatkan modal dari bank. harapannya pemerintah dapat membantu untuk memberi kemudahan pelaku UMKM dalam hal jaminan peminjaman dan permodalan” Persoalan pasar dirasakan pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan olahan kelapa.

Menurutnya jika pasar olahan turunan kelapa sulit dicapai, maka kecendrungan masyarakat untuk menjual kelapa utuh akan selalu terjadi. Peluang UMKM lainnya yang dipaparkan oleh Wahyu yakni wisata lokal.

“Seperti di Belilas, masyarakat disana memanfaatkan danau untuk menjadi tempat wisata. Kitapun juga dapat membuat fasilitas sederhana namun menyenangkan sebagai tempat wisata lokal. Hal ini tentunya akan sangat membantu pelaku usaha kecil”

Diskusi ini berlangsung selama 2 jam dan dihadiri oleh putra putri Inhil dari berbagai wilayah seperti Riau, Jakarta, Yogyakarta dan Kepulauan Riau.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment