Infografis: Kategori Orang yang Tidak Boleh Mendapat Vaskinasi COVID-19 Menurut PAPDI

By Maftuhah 17 Jan 2021, 11:14:00 WIB Kesehatan
Infografis: Kategori Orang yang Tidak Boleh Mendapat Vaskinasi COVID-19 Menurut PAPDI

Keterangan Gambar : Ilustrasi vaksin Covid-19. FOTO/iStockphoto


Kabarbawah.com - Pemerintah Indonesia sejak dari Rabu (13/1/2021) secara resmi telah melakukan program vaksinasi COVID-19. Orang Nomor 1 di Indonesia lah yang pertama kali disuntikkan vaksin Tersebeut, yaitu Presiden Joko Widodo.

Dikutip dari situs Satgas COVID- 19, secara umum, vaksin bekerja dengan memicu pembuatan imunitas badan secara khusus terhadap kuman/ virus pemicu penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seorang bakal sanggup terhindar dari penularan maupun sakit berat akibat penyakit tersebut.

Dengan kata lain seorang yang telah divaksin bukan berarti 100% kebal terhadap COVID- 19, masih terdapat kemungkinan seorang bisa terinfeksi COVID- 19. Hanya saja mereka yang telah mendapat vaksin COVID- 19 bila terinfeksi virus Corona tipe baru maka tingkatan keparahannya tidak separah mereka yang tidak mendapat vaksin COVID- 19.

Baca Lainnya :

Sehingga walaupun telah mendapat vaksin COVID- 19 tetap penting buat mempraktikkan 3M, ialah memakai masker sesuai standar, melindungi jarak serta lebih sering cuci tangan. Tidak hanya itu bila tidak terdapat kepentingan mendesak hendaknya senantiasa berada di dalam rumah.

Tetapi, sayangnya tidak semua orang dapat memperoleh vaksin COVID- 19. Orang dengan keadaan kesehatan tertentu tidak direkomendasikan untuk mendapat vaksin COVID- 19. Beberapa waktu lalu, lewat pesan resminya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia( PAPDI) pula sudah merekomendasikan keadaan kesehatan tertentu yang tidak boleh mendapat vaksin COVID- 19.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengeluarkan surat pada Rabu (13/1/2021). "Berhubungan dengan rencana Pemerinta Indonesia yang akan menyelenggarakan program vaksinasi COVID- 19, dengan ini kami sampaikan Saran Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia( PAPDI) mengenai Pemberian Vaksinasi COVID- 19( Sinovac/ Inactivated) pada Pasien dengan Penyakit Penyerta/ Komorbid,"

Berikut kategori orang yang tidak boleh mendapat vaksin COVID- 19 menurut PAPDI

  1. Sempat terkonfirmasi serta terdiagnosis COVID- 19.
  2. Alami penyakit ringan, sedang ataupun berat, paling utama penyakit infeksi serta/ ataupun demam( temperatur≥37, 5°C, diukur memakai infrared thermometer/ thermal gun).
  3. Partisipan perempuan yang mengandung, menyusui ataupun berencana mengandung sepanjang periode imunisasi( bersumber pada wawancara serta hasil pengecekan urin kehamilan).
  4. Mempunyai riwayat alergi berat terhadap vaksin ataupun komposisi dalam vaksin serta respon alergi terhadap vaksin yang parah semacam kemerahan, sesak nafas serta bengkak.
  5. Riwayat penyakit pembekuan darah yang tidak terkendali ataupun kelainan darah yang jadi kontraindikasi injeksi intramuskular.
  6. Terdapatnya kelainan ataupun penyakit kronis( penyakit kendala jantung yang berat, tekanan darah tinggi yang tidak terkendali, diabet, penyakit ginjal serta hati, tumor, dll) yang bagi petugas kedokteran bias mengacaukan imunisasi.
  7. Subjek yang mempunyai riwayat penyakit kendala sistem imun semacam respons imun rendah (ataupun subjek yang pada 4 minggu terakhir telah menerima pengobatan yang bisa menganggu respons imun (misalnya immunoglobulin intravena, produk yang berasal dari darah, ataupun pengobatan obat kortikosteroid jangka panjang(2 minggu)).
  8. Mempunyai riwayat penyakit epilepsi/ ayan ataupun penyakit kendala saraf( penyusutan fungsi sistem saraf) lainnya.
  9. Mendapat imunisasi apapun dalam waktu 1 bulan kebelakang ataupun akan menerima vaksin lain dalam waktu 1 bulan kedepan.
  10. Berencana pindah dari daerah domisili saat sebelum agenda imunisasi tuntas. 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment