Infografis : Jack Ma si Guru Bahasa Inggris yang Tak Kenal Lelah

By Chelba Polanda 08 Jan 2021, 17:17:31 WIB Tokoh
Infografis : Jack Ma si Guru Bahasa Inggris yang Tak Kenal Lelah

Keterangan Gambar : Foto : Jack Ma


Alibaba adalah perusahaan terbesar di Tiongkok, namun pendirinya adalah seorang guru yang mengajar Bahasa Inggris, bagaimana perjalanannya hingga sampai ketahap tersuksesnya, lalu bagaimana timbulnya dengan Isu Jack ma menghilang dari publik.

"Alibaba ialah nama yang tidak biasa bagi suatu perusahaan Tiongkok, serta dengan pendirinya, mantan guru bahasa Inggris bernama Jack Ma, wujud yang tidak terlahir memimpin raksasa teknologi," tulis Duncan Clark memulai novel bertajuk Alibaba: The House That Jack Ma Built( 2016). Dalam kunjungannya ke Stanford University pada tahun 2013 Jack Ma mengaku kalau" sampai hari ini, aku tidak paham apapun soal koding serta aku juga tidak sempat mengerti gimana internet bekerja". Inilah salah satu perihal yang membedakan Ma dari Bill Gates bagaikan pendiri Microsoft ataupun Elon Musk yang menggawangi Tesla serta SpaceX,

Jack Ma mempunyai nama asli Yun Ma, yang berarti" awan" serta" kuda". Dia lahir 57 tahun silam di kota Hangzahou, dekat 150 km arah Barat Daya Shanghai. Sebagaimana dia ungkapkan di hadapan mahasiswa Stanford, Ma" tidaklah anak dari seseorang kaya raya". Bapaknya, Ma laifa, ialah juru gambar pada Hangzhou Photography Agency. Ibunya, Cui Wencai, bekerja bagaikan buruh pabrik.

Baca Lainnya :

Walaupun berasal dari keluarga jelata, Jack lahir di disaat yang pas. Kala itu, tulis Clark," Jack Ma lahir dikala dunia kewirausahaan Tiongkok tengah terletak di posisi mandek serta tenggelam, dengan lebih dari 90 persen industri dikuasai negara. Tidak cuma itu, Tiongkok tertutup untuk dunia internasional".

Jack Ma kecil berkembang pada masa kala Mao Zedong meluncurkan Revolusi Kebudayaan, menghancurkan" 4 Kuno", ialah adat istiadat, budaya, kebiasaan, serta gagasan lama, yang dikira membendung kesuksesan Tiongkok. Tatkala Mao wafat serta kekuasaan bergeser ke tangan Deng Xiaoping, Tiongkok membuka diri kepada dunia. Kesimpulannya, banyak wisatawan asing berdatangan ke Tiongkok semenjak 1978, tercantum ke Hangzahou. Jack, yang sudah jatuh cinta pada bahasa Inggris gara- gara membaca novel bertajuk The Adventures of Tom Sawyer, memandang gelombang kehadiran wisatawan ke kampung halamannya bagaikan kesempatan buat mendalami bahasa Inggris.

" Tiap pagi dari jam 5 aku akan membaca bahasa Inggris di depan Hotel Hangzhou( tempat kesukaan wisatawan asing menginap). Banyak wisatawan asing tiba dari AS serta Eropa. Aku berikan mereka touring free ke West Lake serta sebagai imbalannya, mereka mengajari aku bahasa Inggris. Sepanjang 9 tahun!" tutur Jack.

Sebagian wisatawan asing menganjurkan dia mengubah nama Yun Ma jadi Jack Ma. Tidak cuma itu, kehadiran wisatawan Australia bernama Ken Morley bersama keluarganya ke kampung halaman Jack membuat hidupnya berganti." Pada sesuatu malam kala aku berada di Tiongkok, aku didekati oleh seseorang pemuda yang mau mencoba keahlian bahasa Inggris. Ia memperkenalkan diri serta kami berbincang ringan. Ia merupakan Jack Ma," kenang David suatu ketika.

Kala David kembali ke Australia, dia menceritakan pengalamannya berjumpa dengan Jack, yang disebutnya bagaikan" anak gerobak dorong yang sangat ramah serta mau belajar bahasa Inggris" kepada bapaknya. Terkesan, si bapak, Ken, akhirnya memohon David menghubungi Jack serta mengajaknya ke Australia. Pada 1985, buat pertama kalinya, Jack memijak tanah asing. Dia berkunjung ke kediaman Morley di New Lambton, Australia.

9 bulan tinggal dia tinggal di Australia. Sayangnya, sepulangnya Jack ke Tiongkok, dia tidak bisa berbuat banyak." Tatkala aku tinggal di Tiongkok, aku percaya kalau Tiongkok ialah negeri terkaya di dunia. Tetapi, kala aku datang di Australia, aku menyadari kalau kenyataannya sangat berbeda"

Jack mau mendapatkan pembelajaran yang layak, tetapi tersandung matematika-- mata pelajaran yang jadi tolak ukur pemerintah Tiongkok guna memastikan ke mana seorang dapat melanjutkan pembelajaran. Di bidang itu Jack mendapatkan nilai 1/ 120, alias yang sangat rendah. Usai belajar lebih aktif, dia cuma mendapatkan nilai 89/ 120, yang cuma sanggup membawanya kuliah di Hangzhou Teachers College, suatu kampus gurem di Tiongkok. Usahanya memperoleh pemasukan buat hidup mandiri sepanjang kuliah juga gagal. Dari 24 orang yang melamar ke KFC, Jack ialah salah satunya wujud yang ditolak Kolonel Sanders. Tidak cuma itu, 10 lamaran lain dari Jack ditolak mentah- mentah.

Beruntung, Jack tidak mudah menyerah. Pada 1992 Deng Xiaoping menegaskan kalau" jadi kaya itu mulia" serta memohon rakyatnya buat berwirausaha. Usai lulus kuliah serta mengajar bahasa Inggris di Hangzhou Institute of Electronic Engineering, Jack merintis bisnis agensi penerjemah yang dinamainya" HOPE" ataupun Hangzhou Haibo Translation Agency. Bisnis itu, tulis Clark," difokuskan buat menolong industri lokal menciptakan pelanggan di luar negeri."


Di tengah- tengah usahanya meningkatkan agensi penerjemah, Jack berangkat ke California, Amerika Serikat, pada 1995. Di situ dia berkenalan dengan makhluk asing bernama internet. Dia setelah itu berpikir buat memperluas bisnisnya: tidak cuma menolong industri lokal menciptakan pelanggan di luar negeri, namun pula menolong pengusaha luar negeri menciptakan rekan bisnis di Tiongkok. Hingga, sekembalinya ke Tiongkok, Jack mendirikan Hangzhou Haibo Network Consulting, yang berperan semacam Yellow Pages, mengindeks bisnis- bisnis di Tiongkok buat ditemui pengusaha asing. Jack yang berstatus bagaikan guru bahasa Inggris memohon mantan- mantan muridnya menyebarkan bisnis baru ini.

Lama- lama, bisnis- bisnis yang digeluti mantan murid Jack ketiban untung oleh startup yang didirikan Jack Ma. Pendek cerita, pada awal 1999, Hangzhou Haibo Translation Agency serta Hangzhou Haibo Network Consulting bertransformasi jadi Alibaba, perusaahaan yang menurut Duncan Clark" memainkan peran berarti dalam restrukturisasi ekonomi Cina".

Industri yang didirikan Jack ini lama- lama tetapi pasti mengganti titel Tiongkok bagaikan manufaktur dunia, alihkan slogan" Made in Cina" menjadi" Dibeli dari Tiongkok." Alibaba juga meroket sebab memerankan posisi berarti dalam ekonomi Tiongkok. Dia apalagi mengalahkan Amazon, industri yang sering ditatap bagaikan biang seluruh e- commerce. Kala Amazon melaksanakan penawaran saham perdana( IPO), industri yang didirikan Jeff Bezos tersebut" cuma" meningkat kaya USD 54 juta. Kala aksi korporasi yang sama dicoba Jack Ma pada 2014 silam, pundi- pundi Alibaba membesar sampai USD 25 miliyar.

Jack mengatakan kalau kunci sukses Alibaba terletak pada" Iron Triangle", alias 3 unit bisnis Alibaba, ialah e- commerce, logistik, serta finansial. Di sisi e- commerce, lewat Alibaba, Jack memahami bisnis korporasi ataupun business- to- business. Untuk mengambil ceruk konsumen ataupun business- to- consumer, Alibaba mendirikan anak industri baru: Taobao, Tmall, serta Aliexpress. Tidak ketinggalan, guna mengiming- imingi warga dengan diskon supaya ingin berbelanja di seluruh lini e- commerce kepunyaan Alibaba, Jack mendirikan Juhunsuan, portal tempat berkumpulnya kupon- kupon diskon ala Groupon. Lewat jejaring e- commerce ini, lebih dari 100 juta merchant serta milyaran orang berbelanja.

Di sisi logistik, usai ajakan berkolaborasi ditolak mentah- mentah oleh PT. Pos- nya Tiongkok di tahun 2005, Alibaba mendirikan kongsi industri logistik bernama China Smart Logistics ataupun" Cainiao." Lewat kongsi ini, industri logistik semacam Shentong( STO Express), Yuantong( YTO Express), Zhongtong( ZTO Express), serta Yunda-- yang seluruhnya bermarkas besar tidak jauh dari kandang Alibaba-- meroket.

Terakhir, buat mempermudah warga Tiongkok yang kebanyakan tidak tersentuh produk perbankan berbelanja, Alibaba mendirikan Alipay.

Lewat" Segitiga Besi" tersebut, Alibaba tidak tergoyahkan, bukan cuma di Tiongkok, tetapi di dunia-- selama kekuasaan Xi Jinping tidak diusik. Sialnya, usai jadi superstar setara Bill Gates, Jack Ma mengusik Xi Jinping.

Berupaya Netral di Tengah- Tengah Kekuasaan Komunis Cina

Bertahun- tahun mengetuai Alibaba semenjak pendiriannya sampai pensiun di tahun 2019 lalu, Jack Ma senantiasa bersikeras kalau perusahaannya mengambil posisi netral terhadap pemerintah Tiongkok." Alibaba sudah mandiri sepanjang bertahun- tahun. Apapun yang terjalin, kami menempuh jalur sendiri. Ya,( kami) jatuh cinta pada pemerintah,( namun) jangan menikahi mereka. Hormati saja," katanya.

Zheping Huang, dalam laporannya buat Quartz, menyebut kalau perilaku Jack pada pemerintah Tiongkok sebetulnya tidak pas diucap netral, alih- alih main aman. Buat bermain aman, Jack memilah langkah" politik halus" guna melindungi Alibaba. Langkah ini dia praktikkan dengan baik kala jadi pembicara dalam World Economic Forum pada 2017 silam. Kala itu, kala ditanya tentang perang dagang antara AS- Cina, Jack cuma menyebut kalau masalah tersebut" beresiko". Untuk Jack," bila perdagangan antara Cina- AS menyudahi, perang diawali." Tatkala pendapatnya dielaborasi lebih jauh, Jack memilah menjauh.

Kala ditanya soal Taiwan, Jack menanggapi," Bila Kamu membuat permasalahan dengan Taiwan, Kamu semacam melawan 1, 4 miliyar orang," kalimat, yang bagi Zheping, senada dengan" melukai perasaan rakyat Tiongkok". Kemudian, kala para wartawan mengelaborasi jawabannya soal Taiwan lebih jauh, Jack berkilah." Aku cuma berdiskusi soal perdagangan, tidak tentang Taiwan," cerah Jack.

Wartawan pula sempat memohon pendapatnya soal skema Sesame Credit Score-- suatu skor yang diberikan pemerintah Tiongkok pada warganya lewat indikator kepatuhan( masyarakat yang mendapatkan skor yang baik hendak diberi hadiah berbentuk potongan harga berbelanja). Skor ini kerap dikira bagaikan wujud sensor pemerintah-- yang dipraktikkan Alibaba, Jack menanggapi:" Seperti itu kenapa aku wajib pensiun dini." Lebih jauh, dia menyebut" aku tidak mau mati di kantor aku. Aku mau mati di tepi laut."

Pasti, sikap" politik halus" yang ditunjukkan Jack terasa aneh. Orang kaya dengan status" superstar" serta kekuatan jaringan semacam Jack biasanya dapat berperan sesukanya, susah dikekang negara ataupun moralitas. Simaklah Elon Musk yang menyandangkan 3 mobil listriknya, Tesla Model S, Model 3, serta Model X, membentuk" SEX". Demikian pula Bill Gates. Tidak terdapat permasalahan menurutnya buat mengkritik penindakan Corona yang ambyar di dasar kendali Presiden Donald Trump.

Sayangnya, Jack tinggal di Cina. Alibaba, sumber kekayaannya, pula diprediksi kokoh dikendalikan oleh Beijing. Heather Timmons, dalam laporannya buat Quartz, menyebut kalau daftar nama- nama pemegang saham Alibaba mempunyai banyak kejanggalan. Tulisnya," dokumen Alibaba yang dikirim ke Komisi Sekuritas serta Bursa tidak menyebutkan nama 28 mitra utama Alibaba, begitu pula situs website perusahaan." Mitra- mitra Alibaba, sebut Timmons, sudah lama menyandang status" rahasia negeri", yang diprediksi terpaut Politbiro partai Komunis Tiongkok.

Dengan mitra- mitra utama Alibaba berstatus bagaikan" rahasia negeri", gampang untuk Beijing menghancurkan Alibaba dari dalam. Serta status superstar yang dipunyai Jack, hanya sementara. Tinggal menunggu Jack tersandung permasalahan dengan Beijing.

Kesialan Jack akhirnya datang juga. Kisahnya bermula dari penawaran saham perdana( IPO) Alipay, industri finansial yang awal mulanya dipunyai Alibaba namun setelah itu diambil alih langsung di bawah Jack. November silam, proses ini dihentikan otoritas Tiongkok. Beijing memanggap ada yang salah dengan IPO yang diperkirakan bisa menggelembungkan valuasi Alipay antara USD 350 miliyar sampai USD 450 miliyar. Regulator di Hong Kong serta Shanghai, cuma menyebut Alipay mempunyai" permasalahan utama" tanpa mengelaborasi lebih jauh apa yang dimaksudnya.

Jack juga marah. Dalam suatu pertemuan para pebisnis di Shanghai, dia mengkritik Tiongkok. Jack melaporkan kalau sepatutnya Tiongkok sesegera mengkin menghapus sistem" pegadaian" ataupun" agunan" buat meminjam duit dari bank. Baginya, dengan memakai sistem agunan, kegagalan sistemik karena gagal bayar pun tidak hendak usai. Untuk Jack, Tiongkok sepatutnya beranjak dari sistem keuangan yang kuno mengarah sistem yang modern. Permasalahan finansial yang saat ini dialami Tiongkok dipulihkan oleh orang- orang tua di pemerintahan, ucap Jack," dengan obat Alzheimer" sementara itu" Tiongkok mempunyai penyakit Polio".

Setelahnya merupakan teka- teki. Jack tidak terlihat di hadapan publik. Editorial Peoples Daily melaporkan," Tidak terdapat yang diucap masa Ma Yun( ataupun Yun Ma alias Jack Ma), namun hanya masa yang mempunyai Ma Yun di dalamnya. Tidak peduli apakah itu Ma Yun, Ma Huateng, Elon Musk, ataupun kita orang biasa, mereka yang sukses menggapai kemampuan terbanyak merupakan mereka yang merebut kesempatan yang telah ada di masa tersebut."

Pendek kata, Peoples Daily mau menyebut kalau ini era- nya Xi Jinping, bukan Jack Ma. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment