Fraksi PKS Sebut Draf Final RUU Cipta Kerja Masih Direvisi

By Chelba Polanda 09 Okt 2020, 11:33:33 WIB Politik
Fraksi PKS Sebut Draf Final RUU Cipta Kerja Masih Direvisi

Keterangan Gambar : Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) menyerahkan berkas pendapat akhir pemerintah kepada Ketua DPR Puan Maharani (kedua kiri) saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.


Draf final UU Cipta Kerja masih direvisi hingga saat ini, meski sudah disahkan dalam rapat paripurna pada Senin (5/10) lalu.

Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bukhori Yusuf mengatakan kalau draf final Omnibus Law RUU Cipta Kerja belum rampung. Padahal, RUU itu sudah disetujui oleh DPR RI dan Pemerintah menjadi undang-undang dalam rapat paripurna pada Senin (5/10/2020) lalu.

Kendati sudah ada draf yang beredar ke publik, beberapa anggota Baleg DPR RI mengatakan draf yang asli belum selesai alias belum final. Bukhori juga mengakui bila draf UU Cipta Kerja masih direvisi hingga saat ini.

Baca Lainnya :

"Ya, masih direvisi katanya," ujar Bukhori saat dikonfirmasi wartawan Tirto, Rabu (7/10/2020) malam.

PKS adalah salah satu partai bersama Partai Demokrat yang menolak pembahasan dan pengesahan UU Cipta Kerja pada Senin lalu. Mereka kecewa karena UU itu masih ditolak publik luas dan berjalan tidak transparan.

"Ya begitulah ketika kekuasaan itu hanya menjadi tujuan semata, bukan pengabdian," kata Bukhori.

Hal senada juga dibenarkan oleh Sekretaris Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Heryawan. Ia mendapat laporan dari para anggota fraksinya, bahwa belum ada naskah resmi hingga hari ini.

"Menurut teman-teman anggota fraksi yang ada di Baleg, mereka juga belum tahu naskah RUU Omnibus Law Ciptaker yang official atau resmi dari Pemerintah setelah pembahasan," katanya Netty.

Masih adanya perbaikan pada draf final UU Cipta Kerja sebelumnya juga diakui Anggota Baleg dari Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo.

"Sampai hari ini kami sedang rapikan kembali naskahnya. Jangan sampai ada salah typo dan sebagiannya nanti hasil itu akan segera dikirim ke Presiden [Joko Widodo] untuk ditandatangani jadi Undang-Undang dan sudah bisa dibagikan ke masyarakat," kata Firman.

Ia malah menyayangkan banyaknya isi draf RUU Cipta Kerja yang beredar di media sosial dan membuat rawan memunculkan masalah misinformasi.

"Saya lihat saat ini beredar juga, baik dari media sosial kemudian melalui viral-viral, justru itu memprovokasi. Baik itu dari buruh maupun masyarakat dan mahasiswa karena kurang akurat data dan informasi yang diperoleh," tuturnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment