Disbun Riau Janji Selidiki Kenapa PT PAS Membeli TBS Warga Dengan Harga Rendah

By Chelba Polanda 04 Mar 2021, 13:40:54 WIB Sekitar Kita
Disbun Riau Janji Selidiki Kenapa PT PAS Membeli TBS Warga Dengan Harga Rendah

Keterangan Gambar : PT PAS (Dok.Istimewa)


Kabarbawah.com - Dinas Perkebunan Provinsi Riau saat ini tengah membahas perihal PT Persada Agro Sawita (PAS) yang melakukan pembelian tandan buah segar (TBS) milik masyarakat Warga Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu dengan harga yang cukup jauh selisihnya dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Dimana harga beli tersebut kini dikeluhkan masyarakat bahkan dinilai "mencekik" petani sawit.

Baca Lainnya :

"Kita bahas dengan bidangnya nanti," terang Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli, saat dikonfirmasi terkait perlakuan PT PAS kepada warga, Rabu (03/03/21) petang.

Zulfadli juga memerintahkan anggotanya untuk melakukan konfirmasi langsung untuk mengetahui kebenaran informasi yang disampaikan masyarakat tersebut. "Nanti Kabid konfirmasi dulu kebenaran info tersebut, baru bisa diklarifikasi," tuturnya.

Sementara untuk diketahui keluhan terkait rendahnya harga beli TBS milik masyarakat tersebut disampaikan oleh Yanto Effendi selaku petani sawit di desa Pematang Jaya. Ia mengatakan PT PAS hanya menghargai sawit masyarakat sebesar Rp1.970 oleh PT Persada. Tentu harga tersebut selisih cukup jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah Raiau sebesar Rp2.297.

"Kalau DO lokal dihargai Rp 1.970, padahal perusahaan lain sampai Rp 2.050, kami heran dengan perilaku perusahaan ini," kata Rabu (03/03/21) kemarin.

Yan mempertanyakan mengapa ada perlakuan berbeda dengan masyarakat desanya. Karena TBS Dar masyarakat daerah lain justru dihargai tinggi oleh PT PAS tersebut.

"Jelas ini jadi tanda tanya besar bagi masyarakat. Kami sangat dirugikan ini," bebernya.Mewakili petani lain, Yan merasa kecewa dengan managemen PT PAS yang dianggap "mencekik leher" rakyat.

"Di Desa kami sendiri ada pabrik sawit milik PT PAS, tapi harganya gak memadai. Bahkan buah orang yang jauh justru diistimewakan. Kalau buka pabrik di daerah orang, ya hargailah orang-orang di daerah ini. Kami bukan minta diistimewakan, tapi hanya minta diperhatikan saja. Jangan lah terlalu menindas dan menekan masyarakat," rutuknya lagi.

Sementara itu, Manager Pemasaran PT PAS Bambang saat dikonfirmasi mengaku baru tiga bulan bekerja di PT PAS. "Lagi pembenahan. Karena kondisi pabrik lagi susah. Makanya saya lagi pembenahan dari segala aspek," katanya.

Menurut Bambang, harga yang diterapkan PT PAS sudah jauh lebih bagus. "Karena say lagi pengecekan buah lokal kita. Malah pot buah sudah saya standarkan," terangnya. 

"Kemarin pengambilan terlalu tinggi di bawah sehingga harga ke petani jadi rendah. Bagaimanapun buah seputran Tetap sy pertahankan," tambahnya.

Sementara terkait selisih harga dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, Bambang mengaku tidak tahu. Namun Ia kembali menegaskan bahwa harga ram saat ini memang bervariasi. "Pelan-pelan pasti saya naikan. Pengarahan sudah kita sampaikan ke petani, agar buah dipanen bagus agar pot bisa rendah," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja menjelaskan harga sawit saat ini mengalami kenaikan. Sehingga, saat ini harga sawit mencapai Rp2.297,14 per kilogram.

"Ini dipengaruhi oleh kembali meningkatnya harga jual CPO dan kernel di beberapa perusahan yang menjadi sumber data," kata Defris.

Sedangkan untuk harga jual CPO (Crup Palm Oil), PT PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp245,84 per Kg, PT Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp223,87 per Kg, dan PT Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp297,80 per Kg.

Selanjutnya, kenaikan juga terjadi di PT Asian Agri Group sebesar Rp242,50 per Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp287,40 per Kg dari harga minggu lalu.

Sementara untuk harga jual Kernel terjadi di PT Astra Agro Lestari Group yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp83,00 per Kg, PT Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp116,00 per Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp113,18 per Kg dari harga minggu lalu.

Sementara untuk harga jual Kernel terjadi di PT Astra Agro Lestari Group yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp83,00 per Kg, PT Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp116,00 per Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp113,18 per Kg dari harga minggu lalu.

"Untuk pekan ini sendiri, harga CPO sebesar Rp9.976,89 dan harga kernel Rp7.143,36," tandasnya. 

Sumber: Riauterkini.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment