Diklat Revolusi Mental Selesai, Ini Pesan Prof Ermaya ke Kepala SMA/SMK se Jambi yang Harus Ditanam

By Chelba Polanda 13 Nov 2022, 18:34:43 WIB Daerah
Diklat Revolusi Mental Selesai, Ini Pesan Prof Ermaya ke Kepala SMA/SMK se Jambi yang Harus Ditanam

Pendidikan Diklat Revolusi Mental Kepala SMA/SMK/SLB angkatan ke- 42 se Provinsi Jambi di Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Astha Hannas Binong, Subang Jawa Barat (Jabar) resmi ditutup, Kamis (13/10/2022).

Pembina Yayasan Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Astha Hannas Prof dr Drs Ermaya Suradinata SH, MH.,Ms menyampaikan, selama pendidikan sampai dengan dihari penutupan, diklat revolusi mental dapat berjalan dengan baik, bahkan mereka Kepsek dibekali dengan lima hal ini.

"Pertama, Spiritual dimensi yang harus ditanamkan, yaitu Tuhan ada dalam diri kita, tuhan mengetahui apa yang ada dalam diri kita, sebelum apa yang anda lakukan dan anda ucapan, oleh karena itu dalam pendidikan harus diawali dengan niat yang tulus dari hati yang bersih sebagai kepala sekolah," paparnya.

Prof Ermaya juga mengatakan, dalam membangun hati yang bersih, maka terus lah bersemangat ibarat elang rajawali terus terbang mengangkasa menuju cita cita setinggi bintang di langit oleh karena kalian, pencerahan setelah pendidikan selesai.

"Terus kalian sinar kan kepada anak didik, kepada orang tua anak didik kalian, anda sinar kan hati kalian kepada masyarakat, itulah dimensi. Kedua sosial, program DUMISAKE merupakan kegiatan positif untuk masyarakat se Provinsi Jambi," tegasnya.

Bahwa Gubernur Jambi Al Haris bukan hanya milik masyarakat Kabupaten Merangin saja, akan tetapi sudah menjadi Gubernur Jambi se Provinsi Jambi. Untuk itu, prof Ermaya berharap kepada para Kepala Sekolah dapat menjadi poros membumikan program DUMISAKE.

"Ketiga, adalah legal aturan, semua program yang diperintahkan dan peruntukannya kepada masyarakat harus sampai ke masyarakat, oleh karena itu harus di bantu sesuai dengan aturan. Kalau sesuai aturan maka aman untuk masyarakat, aman bagi anda, aman bagi pak Haris, karena semua harus dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Prof Ermaya juga mengingatkan kepada seluruh Kepsek yang telah mengikuti Diklat Pendidikan Revolusi Mental harus memahami akan teknologi."Diri kita dikembangkan dirajut dalam sinergi, kelima adalah sikap perilaku setelah pendidikan ini, harus memperlihatkan dan mulai bekerja dengan hati yang tulus, karena sikap perilaku kalian akan dicontoh oleh masyarakat, jangan lupa, etika dan moral yang menjadi landasan hidup," harapnya.

Al Haris sebelumnya mengucapkan terimakasih kepada pembina Yayasan Kampus Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia Astha Hannas pada penutupan terakhir dari seluruh proses pendidikan revolusi mental yang telah berlangsung selama 4 angkatan dan sore hari ini ditutup.

"Kami sampaikan terima kasih kepada beliau adalah pencetus apa pendiri kampus ataupun Diklat pendidikan mental pembangunan bangsa Indonesia, di mana kampus ini sudah melahirkan cukup banyak alumni yang telah dididik di sini untuk menjadi abdi Negara, abdi bangsa yang betul-betul dapat menjalankan amanahnya terhadap apa yang diberikan kepada mereka selaku abdi negara," katanya.

Oleh karena itu, menurut Al Haris Provinsi Jambi termasuk yang terbanyak mungkin para alumninya dalam mengikuti Diklat, yang dimulai dari pejabat Merangin, Kepala Desa, kemudian juga pejabat eselon II dan sekarang ini adalah Diklat Kepala SMK/SMA di Provinsi Jambi."InsyaAllah menyusul dari Pemkab Tebo kemudian juga Muara Jambi dan juga Sarolangun nantinya, dan yang sudah selesai Pemda Kota Jambi," tuturnya.

Al Haris mengatakan bahwa memang dalam merubah perilaku (revolusi mental) bukan hal yang mudah, tetapi kegiatan ini merupakan transformasi yang luar biasa bagi semua dalam konteks merubah karakter diri sendiri sebagai agen perubahan.

"Kita mengajak anak-anak Didik kita warga di sekeliling kita juga termasuk warga tentunya adalah warga besar daripada peserta didik kita, sebab kepala sekolah itu adalah seorang ayah yang baik bagi anak didiknya, seorang ayah yang baik, tidak mungkin berharap anak-anaknya gagal, pasti ayah yang baik ingin anaknya sukses," tuturnya.

Al Haris pun mengibaratkan Kepala Sekolah adalah bengkel sehingga jangan sampai ada lagi kendaraan yang rusak masih rusak, namun dipastikan ketika keluar dari bengkel harus bagus."Tugas kita menggembleng siswa dari tamat SMP, SMK, SMA ini luar biasa ada proses yang luar biasa di mana mereka akan terlihat ketika mereka sukses masuk perguruan tinggi," ujarnya.

Al Haris mengatakan, Kepsek hari ini dihadapkan oleh era kemajuan teknologi, bidang pendidikan satu sisi tegak di persimpangan jalan dengan era metode lama satu sisi di persimpangan jalan era sistem modern."Nah ini yang mesti pandai-pandai kepala sekolah membawanya mungkin kita masih tertinggal ada SMK SMA yang masih di pelosok desa dengan segala keterbatasannya, ini yang perlu bagaimana manajerial kepala sekolah itu tetap eksis mendidik mereka memberikan mereka keyakinan untuk bisa maju merubah pola pikir mereka," harapnya.

Disinilah pendidik atau para Kepsek ini yang kelak kembali ke daerahnya dan jadi pelopor dan perubahan di desa di sekolah-sekolah di wilayah mereka bekerja."Itu harapan saya tantangannya ke depan pasti berat dengan kondisi daerah kita ada daerah yang masih belum bisa terjangkau oleh kemajuan, baik itu informasi teknologi dan sebagainya nah ini tugas kita, tantangan kedepan juga, kita tidak boleh memilih-milih, karena itulah tantangan yang harus di hadapi sama-sama. InsyaAllah berat dan ringan begitu kita hadapi dengan kebersamaan," tuturnya.

Al Haris mengatakan bahwa bekal selama di sini pasti ada cukup banyak yang didapat oleh para Kepsek, pertama adalah energi semangat. "Semoga anak bangsa kembali ke daerah bawah kita ini adalah panji-panji anak bangsa yang tidak boleh menyerah di mana saja kita bertugas, kapanpun kita harus siap, harus siap menjadi pelopor," katanya.

"Terima kasih banyak kepada Pak Prof dan jajaran seluruh dosen kemudian juga Pembina yang selama ini teman-teman daripada para Kepala Sekolah, mungkin ada tindakan-tindakan yang mungkin kurang berkenan, kami juga besar-besarnya akhirnya kami sampaikan terima kasih kepada kita semua mudah-mudahan ini berguna untuk seluruh jajaran kami di daerah," pungkasnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.