Dikala Pesepakbola Suarakan Ketidakadilan

By Chelba Polanda 12 Des 2020, 14:07:50 WIB Olahraga
Dikala Pesepakbola Suarakan Ketidakadilan

Kabarbawah.com - Pesepakbola asal Prancis Antoine Griezmann telah membuat pernyataan yang menjadi sorotan besar pada Kamis (10/12) terkait pemutusan kontrak komersialnya dengan raksasa telekomunikasi asal Cina Huawei. Melalui akun Instagramnya ia mengutarakan alasannya mengambil langkah tersebut dikarenakan "kecurigaan kuat bahwa Huawei telah berkontribusi pada pengembangan 'peringatan Uighur' melalui penggunaan perangkat lunak pengenal wajah, saya segera mengakhiri kemitraan saya dengan perusahaan."

Griezmann meminta Huawei untuk "tidak hanya menyangkal tuduhan ini tetapi juga mengambil tindakan nyata secepat mungkin untuk mengutuk penindasan massal ini... dan menggunakan pengaruhnya untuk berkontribusi pada penghormatan hak asasi manusia."

IPVM, Perusahaan riset soal pengawasan yang berbasis di AS, mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Selasa (08/12) bahwa Huawei telah terlibat dalam pengujian perangkat lunak pengenal wajah di Cina yang dapat mengirim peringatan ke polisi ketika mengenali wajah minoritas Uighur.

Baca Lainnya :

Meski begitu Huawei telah membantah klaim tersebut. "Kami tidak mengembangkan algoritme, atau aplikasi di bidang pengenalan wajah atau solusi yang menargetkan kelompok etnis," kata Huawei kepada AFP. "Produk dan solusi kami sesuai dengan standar industri dan peraturan saat ini. Huawei sepenuhnya dan secara ketat mematuhi Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia, dan mematuhi undang-undang di 170 negara tempat Huawei beroperasi."

Sepakbola terus suarakan ketidakadilan dalam sepekan

Permasalahan ketidakadilan juga sempat terjadi di pertandingan Liga Champions Eropa saat Paris Saint Germain (PSG) menjamu Istanbul Baakehir. Saat pertandingan berjalan wasit ofisial Sebastian Coltescu mendeskripsikan asisten pelatih Baakehir Pierre Webo sebagai "hitam", atau "negru" dalam bahasa Rumania.

Dalam rekaman pertandingan terlihat Demba Ba, pemain Baakehir, mengkonfrontasi wasit tersebut. "Ketika Anda menyebut orang kulit putih, Anda tidak pernah mengatakan 'pria kulit putih ini,' Anda hanya mengatakan 'orang ini,' jadi mengapa ketika Anda menyebut pria kulit hitam, Anda mengatakan' pria kulit hitam ini?"

Kejadian tersebut membuat pertandingan ditunda hingga esok hari. Presiden Istanbul Basaksehir menyerukan larangan seumur hidup terhadap wasit Sebastian Coltescu. "Wasit jenis ini harus dilarang seumur hidup," kata presiden Basaksehir Goksel Gumusdag kepada media Turki. "Mereka harus menjadikan dia sebagai contoh kasus." UEFA juga menjanjikan "penyelidikan menyeluruh" atas insiden tersebut.

Beberapa tokoh sepakbola telah menyerukan soal Hak Asasi Manusia (HAM). Terkait persekusi warga muslim Uighur setahun yang lalu juga pernah dikritik oleh pesepakbola asal Jerman Mesut zil. Buntutnya zil dihapus dari video gim Pro Evolution Soccer 2020 di Cina.

Kementerian luar negeri Cina mengutuk komentarnya dan kanal CCTV membatalkan pertandingan Liga Inggris Arsenal melawan Manchester City dari jadwalnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment