Bupati Merangin H Al Haris Ajak Masyarakat Lawan Bahaya Radikalisme-Terorisme di Merangin

By Chelba Polanda 31 Mar 2021, 18:02:24 WIB Kriminal
Bupati Merangin H Al Haris Ajak Masyarakat Lawan Bahaya Radikalisme-Terorisme di Merangin

Keterangan Gambar : Bupati Merangin Al-Haris Saat acara Sosialisasi bahaya tindakan radikalisme-terorisme (31/3/2121)


Kabarbawah.com|Merangin - Baru-baru ini tepatnya pada Minggu pagi (28/3) di Kota Makasar, kita dikejutkan dengan ledakan Bom bunuh diri yang melukai sekitar 14 orang. Aksi terorisme ini mendapat kutukan keras dari banyak pihak, termasuk Presiden Jokowi.

Pada Rabu pagi (31/3) Kesbangpol provinsi Jambi menggelar acara Sosialisasi bahaya tindakan radikalisme-terorisme. Acara yang berlangsung di Aula Kesbangpol Merangin tersebut, diikuti utusan dari Kesbangpol kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Pada acara yang berlangsung khidmat tersebut, bupati merangin Al Haris, tampil sebagai pemateri dengan judul ‘Peran dan Upaya Pemkab Merangin dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat’.

Baca Lainnya :

Dikatakan bupati, secara umum kelompok radikal di Indonesia masih eksis, mereka cenderung terus meningkat dan bervariasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang terus berkembang.

‘’Radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan totol secara revolusioner dengan menjungkir balikan nilai tatanan yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrim,’’terang Bupati.

Terorisme lanjut bupati, bukan persoalan siapa pelaku kelompok dan jaringannya, namun lebih dari itu, terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideologi yang dapat menyerang keyakinan, pikiran, perbuatan personal masyarakat, kelompok masyarakat.

Terorisme akan tumbuh di masyarakat yang sudah dicemari oleh paham fundamentalisme ekstrim atau radikalisme keagamaan. ‘’Kita dulu zaman Orde Baru pernah punya undang udang yang kuat tentang subversif beberapa aturan dapat diterapkan, seperti berkumpul di atas pukul 24.00 Wib ditangkap.

Setelah Orde Baru berakhir terang bupati, Pemerintah sekarang sedang berupaya memperkuat regulasi penegakan radikalisme dan terorisme, namun sampai sekarang ini terkendala dengan ancanam hak azazi manusia.

Presiden telah menerintahkan Kapolri dan jajarannya, untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan pembongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya. Masyarakat diminta agar tetap tenang menjalankan ibadah, karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment