Bisakah Donald Trump Dicopot Dari Berpolitik?

By Chelba Polanda 13 Jan 2021, 09:23:21 WIB Internasional
Bisakah Donald Trump Dicopot Dari Berpolitik?

Keterangan Gambar : Presiden AS Donald Trump (Getty Images)


Kabarbawah.com - Sehabis serangan terhadap Kongres Amerika Serikat oleh massa pro- Trump, terdapat seruan yang menguat supaya presiden Donald Trump dicopot dari jabatannya karena" telah menghasut" kerusuhan.

Donald Trump, dari Partai Republik, bakal meninggalkan jabatannya cuma beberapa hari dari sekarang, ialah pada 20 Januari, kala politisi Partai Demokrat, Joe Biden, dilantik sebagai presiden Amerika.

Namun politikus Demokrat, termasuk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi, mau Trump bertanggung jawab atas aksi yang bagi banyak orang merangsang kerusuhan pada 6 Januari kemudian itu.

Baca Lainnya :

Walaupun bisa jadi telah terlambat buat memecatnya saat sebelum masa jabatannya berakhir, mereka masih mau membagikan sanksi, yang berpotensi merampas tunjangan yang diberikan kepada mantan presiden, serta melarangnya buat berprofesi di masa depan.

Terdapat cara- cara supaya presiden dapat dicopot dari jabatannya, walaupun kemungkinannya kecil.

Amandemen ke- 25


Pimpinan DPR Nancy Pelosi(kanan) sudah menekan Wakil Presiden Mike Pence( kiri) buat mencopot presiden dari jabatannya sebab" menghasut pemberontakan".(Getty Images)

Politisi senior dari Partai Demokrat- Ketua DPR Pelosi serta pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer- telah menekan Wakil Presiden Mike Pence serta kabinet Trump buat mencopot presiden dari jabatannya sebab" menghasut pemberontakan".

Pelosi mengharapkan tercapainya resolusi di DPR yang memohon Pence buat menuntut pelaksanaan mekanisme Amandemen ke- 25, dengan pemungutan suara awal yang direncanakan mulai hari Senin( 11/ 01).

Amandemen ke- 25 membolehkan wakil presiden berprofesi bagaikan presiden kala seseorang presiden tidak bisa melanjutkan tugasnya, bila misalnya, ia jadi tidak sanggup sebab penyakit raga ataupun mental.

Pence hendak mempunyai waktu 24 jam semenjak resolusi itu disahkan, yang diharapkan hendak tercapai pada hari Selasa, buat memohon amandemen diberlakukan saat sebelum DPR melaksanakan proses pemakzulan bagaikan metode buat menghilangkan Trump.

Bagian dari amandemen yang lagi dibahas merupakan bagian 4, yang membolehkan wakil presiden serta kebanyakan kabinet melaporkan Presiden Trump tidak bisa melaksanakan tugas.

Mereka butuh menandatangani pesan kepada pimpinan DPR serta pimpinan Senat yang melaporkan presiden tidak layak buat memerintah, ataupun tidak sanggup" melaksanakan kekuasaan serta tugas jabatannya". Pada titik ini, Pence otomatis hendak mengambil alih.

Presiden diberi peluang buat membagikan asumsi tertulis, serta bila ia menentang penemuan itu, hingga Kongres yang hendak memutuskan. Tiap pemungutan suara di Senat serta DPR yang memerintahkan pencopotan presiden memerlukan kebanyakan 2 pertiga suara.

Hingga permasalahan ini dituntaskan, wakil presiden hendak berperan bagaikan presiden.

Tetapi, belum terdapat gejala kalau Pence, beserta paling tidak 8 anggota kabinet, menunjang permintaan penerpan mekanisme amandemen tersebut serta terdapat laporan kalau Pence tidak sepakat dengan langkah itu.

Pemakzulan


Presiden Trump sudah lewat satu proses pemakzulan atas tuduhan kalau ia memohon Ukraina buat turut campur dalam politik AS.( Getty Images)

Bila wakil presiden kandas buat berperan, Pelosi sudah mengindikasikan kalau ia hendak memohon DPR buat mengawali proses pemakzulan kedua mereka terhadap Trump.

Presiden tadinya sudah mengalami proses pemakzulan atas tuduhan kalau ia mencari dorongan dari Ukraina buat tingkatkan peluangnya terpilih kembali. Senat setelah itu membebaskannya dari tuduhan ini.

Trump dapat jadi presiden awal dalam sejarah yang dimakzulkan 2 kali.

Buat itu, pemakzulan( dakwaan) wajib dibawa ke DPR serta disahkan lewat pemungutan suara.

Permasalahan ini setelah itu diserahkan ke Senat, di mana sebanyak 2 pertiga suara dibutuhkan buat pencopotan presiden.

Bila ia teruji bersalah, Senat pula bisa mengadakan pemungutan suara buat melarang Trump memegang jabatan publik lagi.

Ia pula hendak kehabisan tunjangan yang diberikan kepada para pendahulunya bersumber pada Undang- Undang Mantan Presiden 1958, yang mencakup tunjungan pensiun, asuransi kesehatan serta rincian keamanan.

Dana itu berasal dari pajak.


Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat, Nancy Pelosi, mau Trump bertanggung jawab atas aksi yang bagi banyak orang merangsang kerusuhan pada 6 Januari.( Getty Images)

Peristiwa semacam ini tidak sempat tercapai dalam sejarah AS serta tidak terdapat gejala pihak Demokrat hendak memperoleh angka- angka suara itu di Senat, di mana mereka cuma memegang separuh jumlah sofa.

Suatu memo dari seseorang ajudan pemimpin Senat Republik Mitch McConnell berkata kalau majelis besar sangat kilat bisa menerima pasal pemakzulan dari DPR pada 19 Januari, satu hari saat sebelum masa jabatan Trump berakhir.

Dokumen tersebut berkata kalau bagi ketentuan Senat, majelis tidak bisa mengawali sidang Trump sampai satu jam sehabis ia meninggalkan jabatannya, ataupun satu hari setelah itu.

Namun anggota- anggota senior Demokrat di DPR berkata kalau partai tersebut tidak boleh mengirim pasal pemakzulan apa juga ke Senat hingga sehabis 100 hari awal Biden berprofesi.

Itu hendak membolehkan Biden buat mengonfirmasi kabinet barunya serta mengawali kebijakan- kebijakan utama, tercantum penindakan pandemi virus corona- sesuatu yang wajib menunggu bila Senat sudah menerima pasal- pasal pemakzulan.

Ahli konstitusi terpecah tentang apakah pemakzulan bisa dilanjutkan ke sidang Senat sehabis presiden meninggalkan jabatannya.

Apakah Trump dapat beri pengampunan untuk dirinya sendiri?


Pengamat politik berkata Trump lagi memikirkan buat membagikan pengampunan kepada dirinya sendiri di hari- hari terakhirnya bagaikan presiden.( Getty Images)

Bagi laporan- laporan media, melansir sumber yang tidak disebutkan namanya, berkata Trump sudah berkata kepada para ajudannya kalau ia memikirkan buat membagikan pengampunan kepada dirinya sendiri di hari- hari terakhir kepresidenannya.

Presiden telah mengalami banyak penyelidikan, tercantum penyelidikan dari Negeri Bagian New York terpaut bila ia menyesatkan otoritas pajak, bank, ataupun mitra bisnis.

Jadi, bisakah presiden memaafkan dirinya sendiri?

Jawaban singkatnya merupakan kita tidak ketahui, mengingat perkata yang pendek namun pelaksanaan konstitusi yang luas, serta kenyataan kalau tidak terdapat preseden untuk seseorang pemimpin AS yang menghasilkan pengampunan semacam itu.

Sebagian pakar hukum tadinya berkata tidak, melansir komentar yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehakiman sebagian hari saat sebelum pengunduran diri Richard Nixon kalau ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri" bersumber pada ketentuan mendasar kalau tidak seseorang juga boleh jadi hakim dalam permasalahannya sendiri".

Tetapi yang yang lain berkata konstitusi tidak membatasi pengampunan diri.

Seberapa besar kemungkinan semua ini?


Trump merambah hari- hari terakhirnya di Ruang Oval, Gedung Putih. (Getty Images)

Walaupun terdapat mungkin kalau kebanyakan tipis di DPR hendak memilah pemakzulan- seperti yang terjalin pada Desember 2019- sangat tidak bisa jadi kalau 2 pertiga Senat yang diperlukan hendak memilah buat mencopot presiden.

Beberapa kecil senator- senator Republik sudah memohon Trump buat berangkat serta berkata mereka hendak memikirkan pasal pemakzulan, namun tidak terdapat yang berkata secara eksplisit kalau mereka hendak menghukumnya sebab melaksanakan kesalahan.

Menimpa pelaksanaan Amandemen ke- 25, perihal ini pula tampaknya terus menjadi tidak bisa jadi.

Walaupun terdapat laporan kalau perihal itu sudah dibahas di tingkatan senior, 2 anggota kabinet yang menentang aksi Trump saat ini sudah mengundurkan diri, serta mereka yang tersisa tidak bisa jadi bersatu buat menggulingkannya. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment