Bansos Corona Rp 2,1 M di Banyumas Diselewengkan untuk Bikin Green House

By Chelba Polanda 17 Mar 2021, 15:59:08 WIB Kriminal
Bansos Corona Rp 2,1 M di Banyumas Diselewengkan untuk Bikin Green House

Keterangan Gambar : Penampakan green house yang diduga dibangun dari duit penyelewengan bansos Corona senilai Rp 2,1 miliar (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)


Kabarbawah.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menetapkan AM (26) dan MT (37) sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan Corona senilai Rp 2,1 miliar. Duit yang seharusnya untuk kepentingan 48 kelompok tani itu diduga digunakan untuk membangun green house melon di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

"(Penggunaan dana itu) Kemarin sudah kita sampaikan, itu untuk green house melon di sana, itu sudah kita sita, belum jadi itu (green house) dan yang kemarin kita sita itu (uang) dari kedua tangan mereka," kata Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan kepada wartawan usai acara ground breaking pembangunan perumahan di Kecamatan Sumbang, Rabu (17/3/2021).

Pantauan di lokasi siang ini, area tempat green house itu dipasang garis dilarang melintas dari kejaksaan. Luas green house yang belum selesai pembangunannya itu sekitar 2 ribu meter persegi.

Baca Lainnya :

Untuk menuju ke lokasi green house melon ini, harus melewati jalan aspal yang hanya bisa dilalui satu mobil. Jalan di sekitar lokasi juga menanjak dan dekat dengan lokasi camping ground.

Salah seorang pekerja, Muhammad Nuh (48), menyebut aktivitas pembangunan di lokasi itu terhenti sejak seminggu lalu. Tepatnya saat seluruh area green house dipasangi garis dilarang melintas dari kejaksaan.

"Di sini yang bertanggung jawab ya AM dan MT, sering ngecek ke sini setiap hari. Saya ikut kerja pasang bata, diupah Rp 80 ribu sehari. Ini sudah berhenti seminggu sejak dipasang garis (kejaksaan), pembangunan green house disetop," kata Nuh kepada wartawan siang ini.

Dia mengatakan jika penggarapan green house ini sudah dimulai sejak tiga bulan lalu. Tepatnya saat mulai ada dana yang turun, pembangunannya sendiri dikerjakan oleh sekitar 40 orang.

"Penggarapan ini sekitar 3 bulanan, awal ada uang langsung dibangun, orang yang buat banyak ada sekitar 40-an. Dipasang garis (oleh kejaksaan) sekitar semingguan, sore hari sebelum maghrib," ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Sokawera, Misbah Arie mengatakan jika sejak awal pembangunan green house tersebut tidak melalui desa. Pihaknya mengaku tidak tahu soal pembangunan green house itu maupun kasus yang menjerat kedua tersangka.

"Tidak lewat lewat desa, ada kelompoknya (tani) tapi kurang paham. Desa tidak dilibatkan, kayak misal proposal biasanya ada tanda tangan kepala desa, jadi desa tidak tahu kalau ada bantuan dari kementerian, tahu tahu sudah kayak gini," jelasnya.

Misbah mengakui jika kedua tersangka merupakan warganya. Bahkan MT dianggap sebagai salah seorang yang sangat aktif dalam kegiatan sosial dan kegiatan di desa.

"Pasang garis tidak tahu, tahu-tahu sudah dipasang. Dua orang itu memang warga sini. Banyak kegiatan sosial, aktif juga di desa, yang satunya AM masih muda warga sini juga itu baru lulus, masih muda," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Purwokerto menetapkan AM (26) dan MT (37) sebagai tersangka kasus penyalahgunaan dana bantuan Corona dari Ditjen Bina Penta Kemenaker RI. Kerugian negara akibat perbuatan keduanya mencapai Rp 2,1 miliar.

"(Penetapan tersangka) Kemarin setelah kita ekspos, sementara kita masih melakukan pengumpulan alat bukti. Sementara sudah dua yang kita tetapkan, belum sementara (kedua tersangka belum ditahan)," kata Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan kepada wartawan usai acara Ground Breaking pembangunan perumahan Adhyaksa Residence di Kecamatan Sumbang, Rabu (17/3).

Sumber : Detik.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment