2 Orang Utan yang Diselundupkan ke Thailand Dikembalikan ke Jambi

By Chelba Polanda 18 Des 2020, 13:55:16 WIB Sosial & Budaya
2 Orang Utan yang Diselundupkan ke Thailand Dikembalikan ke Jambi

Keterangan Gambar : Orang utan Sumatera yang dikembalikan ke Indonesia. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)


Kabarbawah.com - Dua ekor orang utan Sumatera (Pongo abelli) yang diselundupkan ke Thailand dikembalikan ke Indonesia. Pengembalian kedua orang utan ini merupakan hasil sitaan Polisi Penanggulangan Kejahatan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Thailand (Natural Resources and Ennvironmental Crimes Division/NRECD).

Tim dari BKSDA Jambi berkerja sama dengan Frankfurt Zooogical Society (FZS), menyambut kedatangan kedua orang utan tersebut dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Rencananya, kedua orang utan itu akan dikarantina yang difasilitasi oleh FZS, sebelum menjalankan serangkaian prosedur pelepasliaran pada waktunya.

"Orang utan ini merupakan korban perdagangan satwa illegal yang disampaikan oleh pemerintah Thailand melalui surat dari Departement of National Park and Plant Conservation kepada pemerintah Indonesia yang akan menjalani proses rehabilitasi di BKSDA Sumatera Utara dan BKSDA Jambi," kata Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh kepada wartawan, Jumat (18/12/2020).

Baca Lainnya :

Kedua orang utan itu sudah dilakukan pemeriksaan fisik dan mental. Orang utan Sumatera ini juga tergolong spesies langka.

"Orang utan Sumatera ini hidup dan endemiknya Sumatera. Badan Konservasi Dunia, The International Union for Conservation of Nature (IUCN), juga memasukkan spesies dua orang utan ini dalam status kritis. Sedangkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) juga memasukan satwa ini ke dalam apendix I," ujar Rahmad.

Dua orang utan yang diamankan di bandara Thailand itu diselundupkan dari jalur-jalur tikus di Indonesia. Rencananya dua orang utan yang diselamatkan ini, dibawa ke Thailand untuk dijadikan hewan peliharaan.

"Di Thailand itu, orang utan ini akan dijadikan hewan peliharaan, padahal ini adalah termasuk hewan yang sudah mulai langka dan spesiesnya hanya tinggal sedikit, apalagi hewan ini hanya bisa hidup di hutan Sumatera," ucap Rahmad.

Kedua orang utan ini akan direhabilitasi pada Pusat Rehabilitasi Danau Alo Tanjung Jabung Barat. Proses repatriasi merupakan salah satu bentuk upaya pelestarian satwa liar khususnya orang utan Sumatera.

"Sebelum akan dilepasliarkan ke kawasan hutan di Kabupaten Tebo, kedua Orangutan ini juga akan kita rehabilitasi dulu. Kita cek kesehatannya hingga benar-benar bisa dilepasliarkan, tentu proses rehabilitasi ini perlu proses yang panjang karena kita sangat benar-benar harus mengetahui kondisi kedua hewan langka ini sehat. Rehabilitasi kedua ekor Orangutan ini akan kita lakukan di pusat Rehabilitasi Danau Alo Tanjung Jabung Barat, Jambi," terang Rahmad.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

+ Indexs Berita

Berita Terbaru

Berita Utama

Berita Populer

Berita Pilihan

View all comments

Write a comment